BAGIAN DARI JARINGAN SIMPUL PFB

Catatan lapangan

Memulai Lagi dari Rumah yang Penuh Lumpur

Ketika banjir merendam Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, banyak keluarga tidak hanya kehilangan barang-barang mereka. Mereka kehilangan rutinitas, rasa aman, dan ruang yang selama ini disebut rumah.

Di Dusun Pahlawan dan Dusun Karya, air yang surut meninggalkan lapisan lumpur tebal di lantai rumah, pakaian yang rusak, serta tumpukan barang yang tak lagi bisa digunakan. Bagi sebagian warga, tantangan terbesar justru dimulai setelah banjir berlalu.

Seorang ibu menceritakan bahwa setiap pagi ia harus membersihkan sisa lumpur sambil mengurus anak-anaknya yang masih trauma setiap kali hujan turun. Di sisi lain, para lansia harus beradaptasi dengan kondisi pengungsian yang jauh dari nyaman, sementara keluarga berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan sumber penghasilan yang belum pulih.

Melalui dukungan Pooled Fund KSO, Flower Aceh dan Lifeguards Aceh hadir mendampingi proses pemulihan tersebut. Bantuan yang diberikan bukan sekadar paket kebutuhan dasar. Setiap dukungan dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata yang dihadapi warga, terutama perempuan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Perlengkapan kebersihan membantu keluarga menjaga kesehatan di tengah lingkungan yang masih terdampak banjir. Dukungan bagi lansia membantu mereka menjalani hari-hari dengan lebih nyaman dan bermartabat. Peralatan pembersih rumah membantu warga mempercepat proses membersihkan lumpur yang menutupi ruang-ruang kehidupan mereka.

Namun yang paling terasa bagi masyarakat adalah kehadiran dan kepedulian. Warga dilibatkan dalam pendataan, diajak berdiskusi mengenai kebutuhan mereka, dan dipastikan bahwa suara kelompok yang paling rentan tetap didengar.

Di Aceh Tamiang, pemulihan tidak selalu dimulai dari pembangunan besar. Kadang ia dimulai dari lantai rumah yang kembali bersih, seorang lansia yang kembali merasa nyaman, atau seorang ibu yang dapat melihat anak-anaknya kembali bermain tanpa rasa takut.

Dari ruang-ruang sederhana itulah harapan tumbuh kembali, dan komunitas menemukan kekuatannya untuk melangkah ke depan bersama.