BAGIAN DARI JARINGAN SIMPUL PFB

Catatan lapangan

Respon Darurat untuk Banjir dan Tanah Longsor di Sibolga, Sumatera Utara

Pada November 2025, banjir dan tanah longsor menimpa Provinsi Sumatera Utara. Bencana tersebut berdampak signifikan terhadap Kota Sibolga, khususnya Kecamatan Sibolga Utara dan Sibolga Selatan. Pemicunya adalah hujan berintensitas tinggi dan luapan Sungai Aek Doras yang membawa material longsoran ke kawasan permukiman. Peristiwa itu menyebabkan kerusakan rumah, gangguan akses air bersih, dan sanitasi, serta meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Di lima kelurahan Kecamatan Sibolga Utara, sebanyak 4.434 rumah tangga terdampak. Kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu tunggal berada dalam kondisi paling terdampak. Menindaklanjuti status Tanggap Darurat, YAPEMMAS sebagai bagian dari Konsorsium KSO Sumbagut Pulih dan Lestari memberikan respons darurat berbasis WASH dengan dukungan Catastrophe Fund melalui Yayasan Penabulu.

Respons difokuskan pada lima kelurahan—Angin Nauli, Huta Tonga-Tonga, Huta Barangan, Simare-Mare, dan Sibolga Ilir—melalui pendataan dan verifikasi penerima berdasarkan kerentanan dan kondisi rumah rusak berat. Sebanyak 250 paket Hygiene Kit dan Cleaning Kit ditargetkan untuk disalurkan, dengan 249 paket (99,6%) telah diterima oleh rumah tangga prioritas. Distribusi dilakukan melalui kantor kelurahan dengan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan kepala lingkungan, serta dikoordinasikan melalui IHCP. Mekanisme ini membantu memastikan ketepatan sasaran, mempercepat validasi data, dan meminimalkan potensi konflik maupun duplikasi bantuan.

Sebagai tindak lanjut, respons direkomendasikan berlanjut ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi melalui pembentukan Kelurahan Tanggap Bencana melalui penguatan tim siaga masyarakat, rencana kontinjensi, sistem peringatan dini, serta peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor.